Images

Sejarah UKM Candradimuka UPI Kampus Sumedang



      UKM Candra Dimuka merupakan suatu unit kegiatan mahasiswa yang berada di UPI Kampus sumedang. Awal tercetusnya ide pembentukan UKM ini adalah pada tanggal 15 November 2012 oleh seorang mahasiswa angkatan 2011 Prodi Kelas bernama Jajang Bayu Kelana. Terinspirasi oleh salah satu dosennya yang mengatakan bahwa di sumedang belum banyak organisasi bergerak dalam pendidikan, membuat dia tergerak untuk membentuk suatu wadah/organisasi kampus yang bergerak dalam bidang pendidikan. Berbekal semangat dan tekat yang kuat, mula-mula dia menyatakan ide awalnya kepada sahabatnya bernama Aris Syuhada. Aris pun mendukung ide tersebut, karena mendapat dukungan dari sahabatnya beliau pun semakin bersemangat dan mulai menularkan idenya itu kepada teman-teman seangkatannya. Respon dari teman-temannya pun cukup positif dan mereka mendukung pembentukan ide tersebut.

      Bulan April mulai diadakan rapat pembentukan Ketua dan pengurusan UKM. Pemilihan pun berjalan dengan demokratis. Akhirnya terpilihlah Aris Syuhada sebagai ketua UKM. Sesudah kepengurusan terbentuk beliau mulai melobi kepada BEM dan Lembaga,proses pelobian pun tak semudah yang dibayangkan. Dalam perjalannya cukup alot dan memerlukan waktu yang panjang. Lembaga meminta adannya dosen pembimbing sebagai syarat suatu UKM. Munculah kebingungan untuk menentukan Pembina. Dia pun mulai menawarkan proposal pembentukan UKM ini ke beberapa dosen dan ternyata usahanya tidak sia-sia. Bapak Respati M.Pd ketua prodi penjas dan Bapak Dadan Djuanda, M.Pd bersedia menjadi Pembina UKM. Berbekal 30 orang yang tergabung dalam kepengurusan inti UKM Candra Dimuka pun disahkan pada tanggal 26 agustus 2013 oleh Direktur Upi Kampus Sumedang. Nama Candra Dimuka sendiri muncul karena terinspirasi dari cerita pewayangan yang bercerita tentang proses perebusan gatot gaca di kawah candra dimuka sehingga beliau mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa. Diharapkan UKM ini juga dapat menjadi perebusan untuk para mahasiswa (calon pendidik) agar nantinya menghasilkan guru-guru yang berkualitas. Didalamnya terdapat 4 divisi yaitu, divisi pengembangan model inovasi, divisi pendidikan, divisi IT, divisi perbukuan.

0 komentar: